Sekilas Kisah Masa Kecil RASULULLAH (SANG YATIM)

 Hay. Assalamu alaikum Sobat Nusa .!

Yuk kita cari tau tentang kehidupan NABI KITA di masa kecil beliau. Selamat membaca sobat.

Sumber foto: id.pinterest.com

Dalam Agama Islam, RASULULLAH SAW diketahui sebagai nabi dan rasul terakhir. Beliau diutus oleh Allah SWT untuk membenarkan dan menyempurnakan agama-agama samawi terdahulu.


ALLAH BERFIRMAN Dalam Surah. Al_Ahzab Ayat;40


مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنۡ رِّجَالِكُمۡ وَلٰـكِنۡ رَّسُوۡلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَ ؕ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَىۡءٍ عَلِيۡمًا
Maa kaana Muhammmadun abaaa ahadim mir rijaalikum wa laakir Rasuulal laahi wa Khaataman Nabiyyiin; wa kaanal laahu bikulli shai'in 'Aliima




" ARTINYA... Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu"




Kehadiran sosok RASULULLAH SAW adalah bentuk karunia bagi hamba-hamba ALLAH SWT. Bahkan, alam pun menyambut dengan gembira hal tersebut. Dilansir dari berbagai sumber pada Senin (2-/7/2020), sebagian ulama berpendapat bahwa RASULULLAH SAW lahir pada Senin, 9 Rabiul Awal sekitar 571 M. Namun, sebagainnya lagi mengatakan bahwa ia lahir pada Senin, 12 Rabiul Awal pada tahun Gajah di tengah keluarga Bani Hasyim di Mekah.

Dalam kisah beliau, RASULULLAH dilahirkan yatim di rumah Abu Thalib yang terletak di perkampungan Bani Hasyim. Ayahnya yang bernama Abdullah, meninggal ketika RASULULLAH SAW masih berada dalam kandungan Siti Aminah. Selama tiga hari, RASULULLAH SAW disusui oleh ibunya, Siti Aminah.

RASULULLAH SAW. juga pernah disusui oleh budak wanita milik ayahnya, Yang Tidak Lain Adalah Ummu Aiman. Lalu, pernah disusui oleh budak bernama Tsuwaibah, milik paman beliau Abu Lahab.

Ketika kecil, RASULULLAH SAW tumbuh dan menjalani hidup layaknya seorang anak kecil pada umumnya. Namun, karena dulu tradisi Quraisy masih melekat, maka pada hari kedelapan belas seusai Siti Aminah melahirkan Nabi Muhammad harus disembunyikan ke pedalaman dan baru dikembalikan ketika ia berusia delapan atau sepuluh tahun.

Dengan adanya tradisi tersebut, berarti RASULULLAH SAW tidak merasakan kasih sayang seorang ibu kandung sejak kecil hingga berusia sepuluh tahun. Tapi, ia justru merasakan kasih sayang itu dari Halimah binti Sa'diyah selama tiga tahun yang berasal dari Bani Sa'ad. Lewat kasih sayangnya, RASULULLAH SAW bisa tumbuh dengan nutrisi yang di berikan Halimah kepada RASULULLAH SAW.

RASULULLAH SAW pun saat itu tumbuh menjadi anak yang cepat tanggap, selalu membantu temannya, bersikap baik, jujur, dan dianugerahi kecerdasan yang luar biasa dibandingkan dengan anak seusianya. Bahkan, dia juga pandai berbisnis.

Saat RASULULLAH SAW diusia delapan tahun, ia telah melakukan bisnis pertamanya dengan mengembala kambing. Beliau mendapatkan upah beberapa qiraat dari penduduk Mekah.

Uniknya, pada saat berada di pangkuan Halimah, RASULULLAH SAW, justru tidak suka bermain tanah ataupun menyantap makanan yang dihinggapi lalat. Begitu pula saat dia diasuh oleh sang paman, Abu Thalib. RASULULLAH SAW sangat menyukai kebersihan dan selalu berpenampilan sebaik mungkin

Dan makanan yang paling di sukai RASULULLAH SAW adalah paha kambing bagian depan sebelah kanan. Karena disana banyak tersimpan Hal yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Sobat NUSA. Itulah sekilas Cerita masa kecil RASULULLAH SAW. Hikmah apa yang kalian petik ? Berikan jawaban kalian pada kolom komentar ya.
Share:

Pengertian Pendidikan

Pengertian Pendidikan dan Tujuan Pendidikan Secara Umum

Pngertian Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pengertian Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.

pengertian pendidikan – Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang berkembang. Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu. Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Lalu apa pengertian dari pendidikan yang selama ini dijalani manusia. Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau perbuatan mendidik.


Kata pendidikan secara bahasa datang dari kata “pedagogi” yaitu “paid” yang artinya anak serta “agogos” yang artinya menuntun, jadi pedagogi yaitu pengetahuan dalam menuntun anak. Sedang secara istilah pengertian pendidikan adalah satu sistem pengubahan sikap serta perilaku seorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik lewat usaha pengajaran serta kursus.


pengertian pendidikan, Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementtrian suatu negara seperti di sekolah pendidikan memerlukan sebuah Kurikulum untuk melaksanakan perencanaan penganjaran. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.


Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

Pengetian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia): Menurut Ki Hajar Dewantara bahwa pengertian pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.


Menurut Ahmad D. Marimba: Pengertian pendidikan menurut Ahmad D. Marimba adalah bimbingan atau bimbingan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama.


Martinus Jan Langeveld: Pengertian pendidikan menurut Martinus Jan Langeveld bahwa pengertian pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan.


Gunning dan Kohnstamm: Pengertian pendidikan menurut Gunning dan Kohnstamm adalah proses pembentukan hati nurani. Sebuah pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani.


Stella Van Petten Henderson: Menurut Stella Van Petten Henderson bahwa pendidikan adalah kombinasi pertumbuhan, perkembangan diri dan warisan sosial.


Carter. V.Good: Pengertian pendidikan menurut Carter V. Good bahwa pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.


Pengetian pendidikan Menurut UU No. 20 Tahun 2003: Pengertian pendidikan berdasarkan UU No.20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.


Pengetian pendidikan Menurut Kamus Besar Bhs Indonesia (KBBI) : Pendidikan yakni satu sistem evaluasi untuk tiap-tiap individu untuk meraih pengetahuan serta pemahaman yang lebih tinggi tentang object spesifik serta khusus. Pengetahuan yang didapat secara resmi itu menyebabkan pada tiap-tiap individu yakni mempunyai pola fikir, tingkah laku serta akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.


Prof. Herman H. Horn Beliau memiliki pendapat kalau pendidikan yaitu satu sistem dari penyesuaian lebih tinggi untuk makhluk yang sudah berkembang secara fisik serta mental yang bebas dan sadar pada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional serta tekad dari manusia.


Pengetian pendidikan menurut Driyarkara Pendidikan disimpulkan sebagai satu usaha dalam memanusiakan manusia muda atau pengangkatan manusia muda ke skala yang insani.


Tujuan Pendidikan

Berdasarkan UU No. 2 Tahun 1985 yang berbunyi bahwa tujuan pendidikan yaitu mencerdaskan kehidupan bangsadan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan bangsa.


Berdasarkan MPRS No. 2 Tahun 1960 bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk pancasilais sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 945.


Tujuan Pendidikan Nasional dalam UUD 1945 (versi Amandemen) 1) Pasal 31, ayat 3 menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.” 2) Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.”


Berdasarkan UU. No.20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.


Tujuan Pendidikan Menurut Unesco Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa, tidak ada cara lain kecuali melalui peningkatan mutu pendidikan. Berangkat dari pemikiran itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization) mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4) learning to live together. Dimana keempat pilar pendidikan tersebut menggabungkan tujuan-tujuan IQ, EQ dan SQ

Sumber: silabus.org

Share:

Keutamaan Surah Al-Waqiah beserta khasiatnya

 Setiap surat di dalam Al Quran memiliki keistimewaan tersendiri, termasuk surat Al-Waqiah. Keutamaan surat Al-Waqiah bahkan begitu luar biasa. Seperti apa?

Surat Al-Waqiah adalah surat ke-56 dan berada di dalam juz ke-27. Surat yang terdiri dari 96 ayat ini memiliki arti 'Hari Kiamat' dan menjelaskan bagaimana hari kiamat itu akan terjadi sebagai balasan untuk orang mukmin dan orang kafir.


Keutamaan Surat Al-Waqiah:

- Memiliki Keistimewaan di Sisi Rasulullah SAW

- Dijauhkan dari Kemiskinan


Rutin membaca surat Al-Waqiah dapat membuat seseorang dijauhkan dari kemiskinan. Hal ini sesuai dalam sebuah hadits, AbSyari'lah bin Mas'ud R.A berkata,

"Saya mendengar Nabi SAW bersabda, 'Barang siapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, ia tidak akan tertimpa kefakiran selamanya


Waktu yang Tepat Membaca Surat Al-Waqiah

Dalam buku 'Aku Yakin Menjadi Kaya (Dilengkapi Do'a dan Zikir) karya Kholidin, cara mengamalkan surat Al Waqiah yang benar yakni dibaca setelah selesai sholat Dhuha atau sholat Malam.


Adapun, surat Al-Waqiah dibaca satu kali. Kemudian, pada ayat 89 yang berbunyi


Arab: فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ


Latin: fa rauḥuw wa raiḥānuw wa jannatu na'īm


Artinya: maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.


dibaca sebanyak 3 kali tanpa nafas dan sejenak diam meminta yang dihajatkan di dalam hati. Lalu, lanjutkan ayat seterusnya sampai selesai.


Kemudian, cara mengamalkan surat Al-Waqiah yang lain adalah membaca surat ini tiga kali pada waktu sholat Dhuha dan lanjut membaca doa

بسم الله الرحمن الرحيم. اللهم انّى اسالك بحقّ سورةالوقعة و اسرارها انت يسرلي روقي كما يسرّته لي كثير بخلقك يا الله يا رب العالمين ـ


Latin: Allahumma inni As aluka bihaqqi suuratil Waaqi'ah Wa asroorihaa antu yassiroli rizki kamaa yusarritahu li katsiirin Bi kholqika Ya Allah Yaa Rabbal 'Aalamiin


Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan kebenaran surat Waqi'ah dan rahasia-rahasianya, agar Engkau berkenan memudahkan rezekiku sebagaimana Engkau memudahkannya untuk kebanyakan mkhlukMu, yaAllah, ya robbal 'alamin.


Cara mengamalkan surat Al-Waqiah yang tepat adalah dibaca setiap malam, paling sedikit satu kali dalam sehari semalam. Dalam riwayat Abdullah bin Mas'ud "Siapa yang membaca surat Waqiah tiap malam, maka tidak akan menimpa kepadanya kemiskinan/kekurangan selamanya."


Terakhir

Berikut adalah Mushaf yang bisa kalian simpan dan di baca ketika OFFLINE









Share:

PROFIL MI NURUS SALAM


 

Share:

MARI MENGENAL ASMAUL KHUSNA

 

Macam-Macam Asmaul Husna dan Artinya

Setelah mengetahui beberapa manfaat membaca Asmaul Husna, berikutnya Anda juga perlu mengetahui macam-macam Asmaul Husna dan artinya yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut macam-macam Asmaul Husna beserta artinya yang perlu diketahui:


Ar Rahman: Yang Maha Pengasih

Ar Rahiim: Yang Maha Penyayang

Al Malik: Yang Maha Merajai

Al Quddus: Yang Maha Suci

As Salaam: Yang Maha Memberi Kesejahteraan

Al Mu'min: Yang Maha Memberi Keamanan

Al Muhaimin: Yang Maha Mengatur

Al 'Aziiz: Yang Maha Perkasa

Al Jabbar: Yang Memiliki (mutlak) Kegagahan

Al Mutakabbir: Yang Maha Megah, yang memiliki kebesaran

Al Khalik: Yang Maha Pencipta

Al Baari': Yang Maha Melepaskan (membuat, membentuk, menyeimbangkan)

Al Mushawwir: Yang Maha Membentuk Rupa (makhluk-Nya)

Al Ghaffaar: Yang Maha Pengampun

Al Qahhaar: Yang Maha Menundukkan/Menaklukkan Segala Sesuatu

Al Wahhaab: Yang Maha Pemberi Karunia

Ar Razzaaq: Yang Maha Pemberi Rezeki

Al Fattaah: Yang Maha Pembuka Rahmat

Al 'Aliim: Yang Maha Mengetahui

Al Qaabidh: Yang Maha Menyempitkan

Al Baasith: Yang Maha Melapangkan

Al Khaafidh: Yang Maha Merendahkan

Ar Raafi': Yang Maha Meninggikan

Al Mu'izz: Yang Maha Memuliakan

Al Mudzil: Yang Maha Menghinakan

Al Samii': Yang Maha Mendengar

Al Bashiir: Yang Maha Melihat

Al Hakam: Yang Maha Menetapkan

Al 'Adl: Yang Maha Adil

Al Lathiif: Yang Maha Lembut

Al Khabiir: Yang Maha Mengenal

Al Haliim: Yang Maha Penyantun

Al 'Azhiim: Yang Maha Agung

Al Ghafuur: Yang Maha Memberi Pengampunan

As Syakuur: Yang Maha Pembalas Budi

Al 'Aliy: Yang Maha Tinggi

Al Kabiir: Yang Maha Besar

Al Hafizh: Yang Maha Memelihara

Al Muqiit: Yang Maha Pemberi Kecukupan

Al Hasiib: Yang Maha Membuat Perhitungan

Al Jaliil: Yang Maha Luhur

Al Kariim: Yang Maha Pemurah

Ar Raqiib: Yang Maha Mengawasi

Al Mujiib: Yang Maha Mengabulkan

Al Waasi': Yang Maha Luas

Al Hakim: Yang Maha Bijaksana

Al Waduud: Yang Maha Mengasihi

Al Majiid: Yang Maha Mulia

Al Baa'its: Yang Maha Membangkitkan

As Syahiid: Yang Maha Menyaksikan

Al Haqq: Yang Maha Benar

Al Wakiil: Yang Maha Memelihara

Al Qawiyyu: Yang Maha Kuat

Al Matiin: Yang Maha Kukuh

Al Waliyy: Yang Maha Melindungi

Al Hamiid: Yang Maha Terpuji

Al Muhshii: Yang Maha Mengalkulasi

Al Mubdi': Yang Maha Memulai

Al Mu'iid: Yang Maha Mengembalikan Kehidupan

Al Muhyii: Yang Maha Menghidupkan

Al Mumiitu: Yang Maha Mematikan

Al Hayyu: Yang Maha Hidup

Al Qayyuum: Yang Maha Mandiri

Al Waajid: Yang Maha Penemu

Al Maajid: Yang Maha Mulia

Al Wahid: Yang Maha Tunggal

Al Ahad: Yang Maha Esa

As Shamad: Yang Maha Dibutuhkan

Al Qaadir: Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan

Al Muqtadir: Yang Maha Berkuasa

Al Muqaddim: Yang Maha Mendahulukan

Al Mu'akkhir: Yang Maha Mengakhirkan

Al Awwal: Yang Maha Awal

Al Aakhir: Yang Maha Akhir

Az Zhaahir: Yang Maha Nyata

Al Baathin: Yang Maha Ghaib

Al Waali: Yang Maha Memerintah

Al Muta'aalii: Yang Maha Tinggi

Al Barru: Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan)

At Tawwaab: Yang Maha Penerima Taubat

Al Muntaqim: Yang Maha Pemberi Balasan

Al Afuww: Yang Maha Pemaaf

Ar Ra'uuf: Yang Maha Pengasuh

Malikul Mulk: Yang Maha Penguasa Kerajaan

Dzul Jalaali Wal-Ikraam: Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan

Al Muqsith: Yang Maha Pemberi Keadilan

Al Jamii': Yang Maha Mengumpulkan

Al Ghaniyy: Yang Maha Kaya

Al Mughnii: Yang Maha Pemberi Kekayaan

Al Maani: Yang Maha Mencegah

Ad Dhaar: Yang Maha Penimpa Kemudharatan

An Nafii': Yang Maha Memberi Manfaat

An Nuur: Yang Maha Bercahaya

Al Haadii: Yang Maha Pemberi Petunjuk

Al Badii': Yang Maha Pencipta Tiada Bandingannya

Al Baaqii: Yang Maha Kekal

Al Waarits: Yang Maha Pewaris

Ar Rasyiid: Yang Maha Pandai

As Shabuur: Yang Maha Sabar


Anjuran Mengamalkan Asmaul Husna

Sebelum mengetahui beberapa manfaat membaca Asmaul Husna, perlu dipahami juga berbagai anjuran yang telah disebutkan dalam Alquran maupun hadist untuk mengamalkan Asmaul Husna. Dalam hal ini, Rasulullah pernah menggambarkan hal ini dalam sebuah doa yang dapat diteladani, yaitu sebagai berikut :


“Aku tidak mampu menghitung/membatasi pujian/sanjungan terhadap-Mu, Engkau adalah sebagaimana (pujian dan sanjungan) yang Engkau peruntukkan bagi diri-Mu.”

Selain itu, dalam Alquran juga dijelaskan bahwa tidak ada satu hal pun yang mampu membatasi semua bentuk keagungan dari nama indah dan sifat kemuliaan Allah. Dalam hal ini, Allah berfirman pada QS. Al Kahfi ayat 109 yaitu:


“Katakanlah: Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Rabbku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Rabbku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)” (QS al-Kahfi:109).


Dalam ayat lain, Allah juga menjelaskan bahwa tidak ada habis-habisnya kalimat Allah yang menunjukkan kesempurnaannya.


“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS Luqmaan:27).


Allah pun secara langsung memerintahkan umatnya untuk berdoa dengan menyebut nama-nama indah dengan berbagai sifat kemuliaan yang dimilikinya. Hal ini tercantum dalam QS. Al A’raaf ayat 180 yaitu sebagai berikut:


“Hanya milik Allah-lah asma-ul husna (nama-nama yang maha indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut dan memahami) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan” (QS al-A’raaf:180).


Manfaat Membaca Asmaul Husna

Mendapat kebaikan dan perlindungan dari berbagai keburukan yang dapat menimpa.

Mendapatkan manfaat kabaikan dan kemuliaan dari sifat-sifat Asmaul Husna yang disebutkan.

Menambah amalan kebaikan yang bia menjadi kunci keberkahan.

Dimudahkan dalam urusan dunia, agama, dan akhirat.

Dimudahkan segala kesulitan.

Dimudahkan untuk keluar dari masalah utang.

Mendapatkan pertolongan dari Allah.

Mendapatkan perlindungan dari berbagai hal yang dzalim.

Mendapatkan keterangan hati dan dilindungi dari kegelapan hati.

Share:

VISI DAN MISI SEKOLAH


 VISI DAN MISI SEKOLAH

VISI
TERCIPTANYA PESERTA DIDIK YANG BERKUALITAS, KOMPETITIF DAN BERAKHLAK MULIA, UNGGUL DALAM BERPRESTASI DAN TERPUJI DIRI

MISI
1. MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN BEBAS PUNGUTAN BAGI SELURUH SISWA.
2. MENYELENGGARAKAN PENDIDIKAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN        DAN POTENSI PESERTA DIDIK.
3. MENYELANGGARAKAN PENDIDIKAN UNTUK MENGEMBANGKAN                                   KEPERIBADIAN, NILAI-NILAI AGAMA DAN BUDAYA PESERTA DIDIK.

Share:

BERMAIN CATUR

 

Kegiatan mandiri siswa dalam mengasah pikiran mereka

Share:

HALAMAN KAMI

My Blog List

MI NURUS SALAM PAKONDANG

Wikipedia

Search results

Powered By Blogger

AdSense

MI NURUS SALAM PAKONDANG

Mari belajar

Powered by Blogger.

Blog Archive

Sekilas Kisah Masa Kecil RASULULLAH (SANG YATIM)

 Hay. Assalamu alaikum Sobat Nusa .! Yuk kita cari tau tentang kehidupan NABI KITA di masa kecil beliau. Selamat membaca sobat. Sumber foto:...

Mari belajar

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.